Arkeolog Klaim Temukan Reruntuhan Piramida Raksasa di Dasar Laut Baltik

loading…

Reruntuhan Piramida Raksasa di Dasar Laut Baltik. FOTO/ IFL SCIENCE

LONDON– Sekelompok Arkeolog menemukan reruntuhan struktur raksasa yang terendam di Laut Baltik. Struktur ini diperkirakan berusia sekitar 10.000 tahun, membuatnya jauh lebih tua dariPiramida Giza di Mesir.

Penemuan ini telah menggemparkan dunia dan menimbulkan banyak pertanyaan tentang peradaban kuno yang mungkin telah membangunnya.

Seperti dilansir dari Science Alert, Selasa (13/2/2024), struktur ini pertama kali ditemukan oleh tim peneliti dari Swedia yang menggunakan sonar untuk memetakan dasar laut.

Sonar menunjukkan adanya struktur yang kompleks dan besar, dengan bentuk yang tidak biasa. Tim peneliti kemudian melakukan penyelaman untuk menyelidiki lebih lanjut dan menemukan bahwa struktur tersebut terbuat dari batu dan kayu.

Struktur ini diperkirakan memiliki diameter sekitar 60 meter dan tingginya sekitar 4 meter. Bentuknya menyerupai lingkaran dengan beberapa gerbang di sekelilingnya.

Di dalam struktur, para peneliti menemukan beberapa ruangan dan lorong. Mereka juga menemukan beberapa artefak, seperti patung dan peralatan, yang menunjukkan bahwa struktur ini mungkin pernah dihuni.

Usia struktur ini diperkirakan sekitar 10.000 tahun berdasarkan analisis radiokarbon dari artefak yang ditemukan di dalamnya.

Penemuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa peradaban yang lebih maju mungkin telah ada di wilayah Laut Baltik jauh lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Para peneliti masih belum mengetahui banyak tentang struktur ini dan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Dari mana asalnya? Siapa yang membangunnya? Apa fungsinya? Para peneliti berharap dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan mempelajari lebih lanjut tentang peradaban kuno yang mungkin telah membangunnya.

Penemuan struktur ini merupakan penemuan yang sangat penting dan dapat mengubah pemahaman kita tentang sejarah peradaban manusia. Ini menunjukkan bahwa masih banyak yang belum kita ketahui tentang masa lalu dan masih banyak penemuan yang menunggu untuk ditemukan.

(wbs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *