Presiden Klub Italia Beberkan Rahasia Radja Nainggolan, Bisa Jadi Senjata Bhayangkara FC

loading…

Presiden Klub Italia Beberkan Rahasia Radja Nainggolan, Bisa Jadi Senjata Bhayangkara FC

JAKARTA – Presiden klub Italia SPAL, Joe Tacopina, mengungkap satu sifat Radja Nainggolan yang bisa membuat masa depan Bhayangkara Presisi Indonesia FC cerah. Adapun sifat yang dimaksud adalah gemar mengasuh para pemain muda.

Ya, Radja sempat membela klub Liga 2 Italia (Serie B) itu selama putaran kedua musim 2022-2023 silam. Meski gagal menyelamatkan SPAL dari zona merah kala itu, Radja meninggalkan kesan positif bagi klub yang bermarkas di Stadio Paulo Mazza itu.

Tacopina selaku Presiden klub tersebut menepis anggapan yang menyebut Radja memiliki kepribadian bengal dan liar di luar lapangan. Justru Tacopina menyebut eks bintang AS Roma dan Inter Milan ini sebagai sosok teladan.

“Sungguh luar biasa, banyak orang mengatakan ada Radja yang baik dan Radja yang buruk dan terkadang dia keluar dari skuad dan dia bisa menjadi orang yang liar dan sebagainya,” kata Tacopina dilansir Sempre Inter, Selasa (12/5/2023).

“Meskipun dia adalah pemain kelas dunia. Tapi dia adalah teladan. Dia telah menjadi pemimpin di lapangan, keahliannya jelas unik,” imbuhnya.

Tacopina menyebut satu sifat Radja yang bisa membuat masa depan Bhayangkara FC cerah. Menurutnya, Radja gemar momong alias mengasuh para pemain muda.

Tak hanya memberi wejangan, Tacopina mengatakan Radja senang menghabiskan waktu dengan para pemain muda. Bahkan pemain berdarah Batak ini senang makan di luar bersama para pemain muda setiap selesai latihan

“Dan di ruang ganti dia selalu ada bersama para pemain, dia selalu berbicara dengan para pemain muda selama latihan,” ucap Tacopina.

“Dan setelah itu (Radja) pergi makan malam bersama mereka. Senang melihatnya,” tandasnya.

Tentu kesempatan ini tidak boleh disia-siakan oleh para pemain muda Bhayangkara FC. Titan Agung dan kolega harus mencuri ilmu sebanyak-banyaknya dari sang bintang Eropa.

Radja sendiri dikontrak Bhayangkara FC selama setengah musim. Tentu durasi tersebut cukup singkat sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

(sto)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *