Wall Street Berakhir Menguat Didorong Ekspektasi The Fed Pangkas Suku Bunga

loading…

Wall Street melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan, Selasa (26/12) waktu setempat. Sentimen positif pada pekan terakhir tahun 2023, datang dari ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga. Foto/Dok

NEW YORKWall Streetmelanjutkan tren kenaikan pada perdagangan, Selasa (26/12/2023) waktu setempat. Sentimen positif pada pekan terakhir tahun 2023, datang dari ekspektasi bahwa Federal Reserve aliasThe Fedakan mulai memangkas suku bunga segera pada bulan Maret.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 159,36 poin atau 0,43% menjadi 37.545,33. Sedangkan indeks S&P 500 (.SPX) bertambah 20,12 poin yang setara 0,42% ke posisi 4.774,75 dan Nasdaq Composite (.IXIC) meningkat 81,60 poin atau 0,54% di level 15.074,57.

Ketiga indeks saham utama AS mengalami kenaikan, ketika perdagangan cenderung sepi setelah liburan Natal. Dimana tercatat S&P 500 menyentuh level intraday tertinggi sejak Januari 2022. Ketiga indeks utama berada dalam jalur kenaikan bulanan, triwulanan, dan tahunan.

Saham-saham megacap yang sensitif terhadap suku bunga dan saham-saham chip memimpin kenaikan. Pada hari Jumat, kemarin ketiga indeks mencatatkan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut untuk menjadi yang terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.

Angin segar bagi investor yaitu karena data ekonomi menunjukkan inflasi berkurang mendekati target rata-rata tahunan The Fed sebesar 2%.

“Momentumnya tetap mengarah ke atas,” kata Kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities, Peter Cardillo di New York.

Namun Ia mencatat bahwa reli yang kuat tidak mungkin terjadi saat perdagangan sepi. “Kami memiliki angka inflasi yang baik pada hari Jumat. Jika inflasi terus turun pada bulan Januari dan Februari, ada peluang bagus bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga lebih awal dari yang diperkirakan,” bebernya.

S&P 500 berada di jalur yang tepat untuk membukukan kenaikan kuartalan terbesarnya dalam tiga tahun, dan berada dalam kisaran 0,5% dari penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Januari 2022.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *